Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersiap melakukan verifikasi ulang terhadap puluhan ribu data penerima KJP atau Kartu Jakarta Pintar Plus. Langkah ini diambil menyusul adanya temuan mengejutkan di mana sejumlah penerima KJP kedapatan memiliki aset mewah, mulai dari mobil hingga rumah. Temuan ini diungkapkan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, yang menegaskan komitmen Pemprov untuk memastikan bantuan sosial pendidikan ini benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.
Verifikasi ulang ini akan menyasar sekitar 26.000 data penerima KJP. Angka ini mencerminkan skala masalah yang cukup signifikan, memerlukan penanganan serius dari Pemprov DKI Jakarta. Gubernur Pramono Anung menekankan bahwa program KJP dirancang untuk membantu peserta didik dari keluarga kurang mampu agar dapat menuntaskan pendidikan mereka. Oleh karena itu, adanya indikasi kepemilikan aset mewah pada sebagian penerima KJP menjadi perhatian utama.
Indikasi kepemilikan aset mewah tersebut mencakup:
No products in the cart
Return to shop